Orang yang taqwa

Seseorang yang berusaha meneladani ALLAH melalui sifat-sifat-Nya, digambarkan oleh filusuf muslim Ibnu Sina sebagai berikut:seseorang yang bebas dan merdeka dari ikatan raganya, semuanya dianggap sama. Karena memang semuanya sama. Semua makhluk Tuhan wajar mendapatkan rahmat, baik mereka yang taat maupun yang bergelimang dosa. Dia tidak akan mengintip-intip atau meneliti kelemahan dan kesalahan orang lain. Dia tidak akan marah atau tersinggung ketika kemaksiatan berkobar dan merajalela, karena jiwanya diliputi rahmat dan kasih sayang, dan karena ia memandang sirrullah (rahasia ALLAH) terbentang dalam kodratnya. Apabila ia mengajak kepada kebaikan maka ia mengajaknya dengan lemah lembut penuh kebijaksanaan, tidak dengan kekerasan, dan juga tidak dengan kritik atau kecaman, betapa tidak, sedangkan cintanya kepada benda tidak berbekas lagi. Ia akan selalu pemaaf. Betapa tidak, karena dadanya terlalu lapang sehingga mampu menampung segala kesalahan orang. Ia tidak akan mendendam . Betapa tidak, karena seluruh ingatannya hanya tertuju kepada yang satu ALLAH SWT….

Imam hasan al basri menggambarkan orang yang meneladani tuhan sampai tingkat taqwa haqqa tuqaatih dengan ungkapan:

anda akan menemui orang yang teguh dalam keyakinan, teguh tapi bijaksana, tekun dalam menuntut ilmu, semakin berilmu semakin merendah, semakin berkuasa semakin bijaksana, tampak wibawanya didepan umum, jelas syukurnya dikala beruntung, menonjol qona’ah atau kepuasan dalam pembagian rezeki, senantiasa berhias walaupun miskin, slalu cermat, tidak boros sekalipun kaya, murah hati dan ringan tangan, tidak menghina, tidak mengejek, tidak menghabiskan waktu dalam permainan, dan tidak berjalan membawa fitnah, disiplin dalam tugasnya tinggi dedikasinya, serta terpelihara identitasnya, tidak menuntut yang bukan haknya, dan tidak menuntut hak orang lain, jika ditegur ia menyesal, kalau bersalah ia istighfar, bila dimaki ia tersenyum sambil berkata: jika makian anda benar, maka aku bermohon semoga tuhan mengampuniku, dan jika anda keliru, maka aku bermohon semoga tuhan mengampunimu.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s